JR Saragih Tanggung Biaya Operasi Warga Panombeian Pane


Simalungun - Marica Siaturi menangis terharu begitu tahu, anaknya Rafa Sialagan, akan menjalani operasi esok hari di RS Efarina Berastagi. Sudah dua tahun selang kecelakaan yang membuat separuh badan anaknya dipenuhi luka bakar. "Rasanya masih lekat di ingatan saya saat Rafa menjerit-jerit lantaran terkena api saat bermain," ujarnya pada Rabu (21/10).

Warga Panombeian Panei itu berulang kali meneteskan air mata, kala juru tinta mengerubunginya. "Kalau tidak karena bantuan Bupati Simalungun, saya tak tahu lagi bagaimana nasib anak saya," imbuhnya. Sebelumnya Marica hanya bisa pasrah karena tak mampu membawa anaknya ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan lebih lanjut. Pekerjaan sang suami yang hanya bergantung pada hasil ladang, tak urung menghambat pengobatan Rafa. "Dulu memang sesaat setelah terbakar, kami sempat membawa Rafa ke rumah sakit. Oleh dokter, kami dijanjikan tak perlu mengoperasi Rafa, karena katanya bekas luka bakar akan segera raib," kenangnya.

Namun hampir dua tahun berselang, lanjutnya, bekas luka bakar itu masih tampak dan justru menyisakan rasa nyeri. "Hampir tiap malam anak saya menangis karena jari kelingkingnya sakit tak bisa diluruskan. Saya lah yang tiap hari mengelus dan mengurutnya sampai Rafa bisa terlelap tidur," ujar perempuan berambut pendek tersebut. Kesukaran yang dihadapi Marica akhirnya sampai ke telinga JR Saragih, Bupati Simalungun. Di sela-sela kunjungannya di program pengobatan gratis Panombeian Panei, ia menyempatkan diri mengobrol dengan Marica beserta sang suami.

Setelah mendengar langsung cerita Marica, akhirnya JR tergerak untuk menjamin pengobatan Rafa. "Saya sudah berkomitmen untuk melindungi dan menjamin pemenuhan akses masyarakat terhadap kesehatan. Rafa hari ini juga akan saya kirim menggunakan ambulans menuju RS Efarina di Berastagi. Saya yang akan menanggung semua biaya pengobatannya," tutur JR.

Sontak, pernyataan JR disambut tangis haru Marica dan sang suami Reinhart Sialagan. "Saya betul-betul tak menyangka, bisa mendapat bantuan langsung seperti ini," aku Reinhart. Mulanya ia hanya bisa berdoa supaya ada mukjizat yang menghampirinya. Doanya terkabul, lewat perantara JR, asa Marica dan Reinhart untuk memiliki anak yang kondisi fisiknya kembali normal bisa terwujud.

"Saya ingin setelah operasi, Rafa bisa kembali bermain laiknya teman-teman usia sebayanya. Tanpa terkendala rasa minder dan rendah diri," tambah Reinhart lagi. Sari Maulisiadari, petugas Dinas Kesehatan memperkirakan jumlah dana total yang dibutuhkan untuk menjalani operasi Rafa adalah senilai 90 juta rupiah. "Sejumlah biaya itu nantinya akan langsung ditanggung JR, karena BPJS tidak menjamin operasi plastik," ungkapnya.

Semua ini, lanjutnya, semata-mata karena kemurahan hati JR. Bukan kali ini saja JR menanggung biaya pengobatan warga Simalungun. Sebelumnya pada beberapa kunjungan, ia juga sempat menanggung biaya pengobatan enam warga di Silimakuta. Kebanyakan dari mereka adalah warga kurang mampu, yang memiliki penyakit relatif berat seperti tumor, luka bakar, kaki gajah, dan lainnya. (Purnama Ayu)
Previous
Next Post »